keep love in your live… >.<

“Love is Life, And If You Miss Love, You Miss Life.”
Love is a many splendid thing. Love lifts us up where we belong. All you need is love!
I have been astonished that men could die martyrs for their religion -
I have shudder’d at it.
I shudder no more.
I could be martyr’d for my religion
Love is my religion
And I could die for that.
I could die for you.
Other men said they have seen angels,
But I have seen thee
And thou art enough.
What lies behind us, and what lies before us are tiny matters compared to what lies within us.
When you love someone, all your saved-up wishes start coming out.
The greatest thing you’ll ever learn
Is to love and be loved in return.
Soul meets soul on lover’s lips.
No man is truly married
until he understands
every word his wife is NOT saying.
You will never know true happiness
until you have truly loved,
and you will never understand
what pain really is
until you have lost it.
To live is like to love -
all reason is against it,
and all healthy instinct for it.
….A simple I love you means more than money….
True love cannot be found where it truly does not exist,
Nor can it be hidden where it truly does.
Love: a temporary insanity, curable by marriage..
To be in love is merely to be
In a state of perpetual anesthesia:
To mistake an ordinary young man for a Greek god
Or an ordinary young woman for a goddess.
Life without love is like a tree
Without blossom and fruit.
Love is like war,
Easy to begin but hard to end.
Seduce my mind and you can have my body,
Find my soul and I’m yours forever.
Add comment November 16, 2009
loveyuli
Pemilihan Topik….
soal :
1. jelaskan syarat-syarat topik yang baik ?
2. jelaskan dan berikan contoh cara-cara pembatasan topik ?
3. sebutkan dan jelaskan syarat-syarat judul yang baik ?
jawab :
1. Berikut ini beberapa syarat yang harus diperhatikan penulis dalam pemilihan topik suatu karya tulis :
- Topik harus menarik perhatian penulis.
Topik yang menarik perhatian akan memotivasi pengarang atau penulis secara terus-menerus mencari data-data untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. Penulis akan didorong agar dapat menyelesaikan tulisan sebaik-baiknya. Sebaliknya, jika suatu topik yang sama sekali tidak disenangi penulis akan menimbulkan kekesalan. Bila terdapat hambatan pun, penulis tidak akan berusaha sekuat tenaga untuk menentukan data dan fakta yang akan digunakan untuk memecahkan masalah.
- Topik harus diketahui/dipahami penulis.
Penulis hendaklah mengerti serta mengetahui meskipun baru prinsip-prinsip ilmiahnya. Misalnya asal data yang digunakan berasal dari mana? , metode analisis yang digunakan, dan referensi apa saja yang akan menjadi acuan.
- Jangan terlalu baru, teknis, dan kontroversial.
Bagi penulis pemula, topik yang terlalu baru kemungkinan belum ada referensinyadalam kepustakaan. Topik yang terlalu teknis kemungkinan dapat menjebak penulis jika tidak benar-benar menguasai bahan penulisannya. Begitu juga topik yang kontroversial akan menimbulkan kesulitan untuk bertindak secara objektif.
- Bermanfaat.
Topik yang dipilih hendaknya bermanfaat. Ditinjau dari segi akademis dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan dapat berguna dalam ehidupan sehari-hari maupun dari segi praktis.
- Jangan terlalu “Luas”.
- Topik yang dipilih harus berada disekitar kita.
- Topik yang dipilih harus yang menarik.
- Topik yang dipilih ruang lingkup sempit dan terbatas.
- Topik yang dipilih memiliki data dan fakta yang obyektif.
- Topik yang dipilih harus kita ketahui prinsip-prinsip ilmiahnya. topik yang di pilih jangan terlalu baru.
- Topik yang dipilih memiliki sumber acuan.
2. Hal yang perlu diperhatikan penulis ialah pembatasan topik. Pembatasan topik sekurang-kurangnya dapat membantu penulis atau pengarang dalam berbagai hal berikut ini :
- Memungkinkan penulis penuh dengan keyakinan dan kepercayaan bahwa topik tersebut benar-benar diketahuinya.
- Memungkinkan penulis mengadakan penelitian dengan intensif mengenai masalahnya.
Cara membatasi sebuah topik dapat dilakukan dengan cara :
1. Tetapkanlah topik dalam kedudukan sentral.
2. Ajukan pertanyaan apakah topik tersebut masih dapat dirinci?.
3. Tetapkanlah yang mana subtopik yang akan dipilih.
4. Ajukanlah pertanyaan apakah subtopik yang dipilih masih dapat dirinci lebih lanjut.
5. Lakukan proses diatas secara terus-menerus hingga mendapatkan sebuah Tema.
Jika telah mendapatkan topik yang sesuai apalagi yang perlu dicari?. Dalam sebuah karya tulis, pemilihan judul juga perlu diperhatikan. berikut syarat-syarat judul yang baik :
1. Original dan asli.
2. Relevan.
3. Provokatif.
4. Singkat.
contoh pembatasan topik yaitu:
Masalah Apa
► industri mebel
► gas karbon
monoksida (Ca)
Mengapa (frasa, bukan kalimat)
►Mengembang
→pengembangan
►Mencemari →pencemaran
Dimana
► di Kabupaten Jepara
► di Kota Semarang
Kapan
►Tahun 2004
►Tahun 2005
► Pengembangan industri mebel di Kabupaten Jepara Tahun 2004
► Pencemaran gas karbon monoksida di Kota Semarang Tahun 2005
3. Syarat judul yang baik adalah sebagai berikut:
1. harus bebentuk frasa,
2. tanpa ada singkatan atau akronim,
3. awal kata harus huruf kapital kecuali preposisi dan konjungsi,
4. tanpa tanda baca di akhir judul karangan,
5. menarik perhatian,
6. logis, dan
7. sesuai dengan isi.
8. Judul harus:
a.Asli
Jangan menggunakan judul yang sudah pernah ada, bila terpaksa dapat dicarikan sinonimnya.
b.Relevan
Setelah menulis,baca ulang karangan anda, lalu carilah judul yang relevan dengan karangan anda.
c.Provokatif
Judul tidak boleh terlalu sederhana, sehingga(calon) pembaca sudah dapat menduga isi karangan anda, kalau(calon) pembaca sudah dapat menebak isinya tentu karangan anda sudah tidak menarik lagi.
d.Singkat
Judul yang singkat memungkinkan pembaca menangkap secara cepat maknanya,Bila judul itu panjang,(calon) pembaca harus membuang energi terlebih dahulu untuk membacanya.
Add comment November 16, 2009
loveyuli
kalimat efektif dan tidak efektif..
perbaikilah kalimat-kalimat di bawah ini :
1. Penggunaan dua kata yang sama artinya dalam sebuah kalimat :
kalimat yang salah:
- Ayahku rajin bekerja agar supaya dapat mencukupi kebutuhan hidup.
kalimat yang benar:
- Ayahku rajin bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan hidup.
2. Penggunaan kata berlebih yang ‘mengganggu’ struktur kalimat :
kalimat yang salah:
- Menurut berita yang saya dengar mengabarkan bahwa kurikulum akan segera diubah.
kalimat yang benar:
- Berita yang saya dengar mengabarkan bahwa kurikulum akan segera diubah. / Menurut berita yang saya dengar, kurikulum akan segera diubah.
3. Penggunaan imbuhan yang kacau :
kalimat yang salah:
- Yang meminjam buku di perpustakaan harap dikembalikan.
kalimat yang benar:
- Yang meminjam buku di perpustakaan harap mengembalikan. / Buku yang dipinjam dari perpustakaan harap dikembalikan.
4. Kalimat tak selesai :
kalimat yang salah:
- Manusia yang secara kodrati merupakan mahluk sosial yang selalu ingin berinteraksi
kalimat yang benar:
- Manusia yang secara kodrati merupakan mahluk sosial, selalu ingin berinteraksi.
5. Penggunaan kata dengan struktur dan ejaan yang tidak baku :
kalimat yang salah:
- Kita harus bisa merubah kebiasaan yang buruk.
kalimat yang benar:
- Kita harus bisa mengubah kebiasaan yang buruk.
6. Penggunaan tidak tepat kata ‘di mana’ dan ‘yang mana’ :
kalimat yang salah:
- Saya menyukainya di mana sifat-sifatnya sangat baik.
kalimat yang benar:
- Saya menyukainya karena sifat-sifatnya sangat baik.
7. Penggunaan kata ‘daripada’ yang tidak tepat :
- Seorang daripada pembatunya pulang ke kampung kemarin.
kalimat yang benar:
- Seorang di antara pembantunya pulang ke kampung kemarin.
8. Pilihan kata yang tidak tepat :
kalimat yang salah:
- Dalam kunjungan itu Presiden Yudhoyono menyempatkan waktu untuk berbincang bincang dengan masyarakat.
kalimat yang benar:
- Dalam kunjungan itu Presiden Yudhoyono menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan masyarakat.
9. Usul ini merupakan suatu perkembangan yang menggembirakan untuk Kalimat:
kalimat yang salah:
- Sopir Bus Santosa yang Masuk Jurang Melarikan Diri.
kalimat yang benar:
- Bus Santoso Masuk Jurang, Sopirnya Melarikan Diri.
10. Pengulangan kata yang tidak perlu :
kalimat yang salah:
- Dalam setahun ia berhasil menerbitkan 5 judul buku setahun.
kalimat yang benar:
- Dalam setahun ia berhasil menerbitkan 5 judul buku.
11. Kata ‘kalau’ yang dipakai secara salah :
kalimat yang salah:
- Dokter itu mengatakan kalau penyakit AIDS sangat berbahaya.
kalimat yang benar:
- Dokter itu mengatakan bahwa penyakit AIDS sangat berbahaya.
KALIMAT EFEKTIF..
Kalimat dikatakan efektif apabila berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau penulis. Untuk itu penyampaian harus memenuhi syarat sebagai kalimat yang baik, yaitu strukturnya benar, pilihan katanya tepat, hubungan antarbagiannya logis, dan ejaannya pun harus benar.
Dalam hal ini hendaknya dipahami pula bahwa situasi terjadinya komunikasi juga sangat berpengaruh. Kalimat yang dipandang cukup efektif dalam pergaulan, belum tentu dipandang efektif jika dipakai dalam situasi resmi, demikian pula sebaliknya. Misalnya kalimat yang diucapkan kepada tukang becak, “Berapa, Bang, ke pasar Rebo?” Kalimat tersebut jelas lebih efektif daripada kalimat lengkap, “Berapa saya harus membayar, Bang, bila saya menumpang becak Abang ke pasar Rebo?”
Yang perlu diperhatikan oleh para siswa dalam membuat karya tulis, baik berupa essay, artikel, ataupun analisis yang bersifat ilmiah adalah penggunaan bahasa secara tepat, yaitu memakai bahasa baku. Hendaknya disadari bahwa susunan kata yang tidak teratur dan berbelit-belit, penggunaan kata yang tidak tepat makna, dan kesalahan ejaan dapat membuat kalimat tidak efektif.
Add comment October 30, 2009
loveyuli
Tugas Diksi…
Soal…
1. Pengertian diksi?
Jawab:
Diksi diartikan sebagai pilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu seperti yang diharapkan. Dari pernyataan itu tampak bahwa penguasaan kata seseorang akan mempengaruhi kegiatan berbahasanya, termasuk saat yang bersangkutan membuat karangan.
Setiap kata memiliki makna tertentu untuk membuat gagasan yang ada dalam benak seseorang. Bahkan makna kata bisa saja “diubah” saat digunakan dalam kalimat yang berbeda. Hal ini mengisyaratkan bahwa makna kata yang sebenarnya akan diketahui saat digunakan dalam kalimat. Lebih dai itu, bisa saja menimbulkan dampak atau reaksi yang berbeda jika digunakan dalam kalimat yang berbeda.
Berdasarkan hal itu dapat dikatakan bahwa diksi memegang tema penting sebagai alat untuk mengungkapkan gagasan dengan mengharapkan efek agar sesuai.
2. Jelaskan hal-hal yang mempengaruhi pilihan kata berdasarkan kemampuan penggunaan bahasa?
Jawab:
Pemakaian kata mencakup dua masalah pokok, yakni pertama, masalah ketepatan memiliki kata untuk mengungkapkan sebuah gagasan atau ide. Kedua, masalah kesesuaian atau kecocokan dalam mempergunakan kata tersebut. Menurut keraf “Ketepatan pilihan kata mempersoalkan kesanggupan sebuah kata untuk menimbulkan gagasan-gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca atau pendengar, seperti apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh penulis atau pembaca”. Masalah pilihan akan menyangkut makna kata dan kosakatanya akan memberi keleluasaan kepada penulis, memilih kata-kata yang dianggap paling tepat mewakili pikirannya. Ketepan makna kata bergantung pada kemampuan penulis mengetahui hubungan antara bentuk bahasa (kata) dengan referennya.
Seandainya kita dapat memilih kata dengan tepat, maka tulisan atau pembicaraan kita akan mudah menimbulkan gagasan yang sama pada imajinasi pembaca atau pendengar, seperti yang dirasakan atau dipikirkan oleh penulis atau pembicara. Mengetahui tepat tidaknya kata-kata yang kita gunakan, bisa dilihat dari reaksi orang yang menerima pesan kita, baik yang disampaikan secara lisan maupun tulisan. Reaksinya bermacam-macam, baik berupa reaksi verbal, maupun reaksi nonverbal seperti mengeluarkan tindakan atau perilaku yang sesuai dengan yang kita ucapkan. Agar dapat memilih kata-kata yang tepat, maka ada beberapa syarat yang harus diperhatikan berikut ini.
a. Kita harus bisa membedakan secara cermat kata-kata denitatif dan konotatif; bersinonim dan hampir bersinonim; kata-kata yang mirip dalam ejaannya, seperti :bawa-bawah, koorperasi-korporasi, interfensi-interferensi, dan
b. Hindari kata-kata ciptaan sendiri atau mengutip kata-kata orang terkenal yang belum diterima di masyarakat.
c. Waspadalah dalam menggunaan kata-kata yang berakhiran asing atau bersufiks bahasa asing, seperti :Kultur-kultural, biologi-biologis, idiom-idiomatik, strategi-strategis, dan lain-lain
d. Kata-kata yang menggunakan kata depan harus digunbakan secara idiomatik, seperti kata ingat harus ingat akan bukan ingat terhadap, membahayakan sesuatu bukan membahayakan bagi, takut akan bukan takut sesuatu.
e. Kita harus membedakan kata khusus dan kata umum.
f. Kita harus memperhatikan perubahan makna yang terjadi pada kata-kata yang sudah dikenal.
g. Kita harus memperhatikan kelangsungan pilihan kata.
3. Sebutkan dan jelaskan fungsi diksi?
Jawab:
fungsi diksi ialah sebagai sarana mengaktifkan kegiatan berbahasa (komunikasi) yang dilakukan seseorang untuk menyampaikan maksud serta gagasannya kepada orang lain. Sedangkan persuasi merupakan salah satu teknik mempengaruhi orang dengan menggunakan cara tertentu baik melalui ucapan maupun tulisan agar bersedia melakukan dengan senang hati, yang pada akhirnya dapat mengubah sikap dan perilaku orang tersebut.
Add comment October 15, 2009
loveyuli
Tugas Ragam Bahasa
soal..
1. pengertian ragam bahasa?
jawab:
Diksi pada karangan siswa dapat dianalisis berdasarkan relasi makna dan ragam bahasa. Hal ini mengingat bahwa ada kemungkinan penggunaan diksi yang kurang tepat pada karangan siswa disebabkan kesalahan dalam memilih ragam bahasa. Ragam bahasa adalah sebuah warna bahasa yang dihasilkan penulis atau pengarang. Ragam bahasa ikut serta menentukan ketepatan makna baik secara leksikal maupun kontekstual bahkan masalah idiom. Penelitian dengan menggunakan alat analisis ragam bahasa ini bukan untuk mencari ragam bahasa baru yang ada atau yang dihasilkan siswa, tetapi apakah karangan siswa ditinjau dari sudut diksinya menunjukkan adanya keragaman yang mengganggu makna secara keseluruhan teks karangan atau tidak. Misalnya, karangan siswa yang beragam lama sehingga sudah tidak umum atau jarang digunakan, sehingga terasa janggal atau kurang selaras dengan bahasa Indonesia masa kini. Atau, ada kemungkinan karangan siswa yang menggunakan ragam Jakarta sehingga tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam bahasa Indonesia.
Bahasa dibentuk oleh kaidah aturan serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya.
Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder. Arbitrer yaitu tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya.
Fungsi Bahasa Dalam Masyarakat :
1. Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
2. Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.
3. Alat untuk mengidentifikasi diri.
Macam-Macam dan Jenis-Jenis Ragam / Keragaman Bahasa :
1. Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, bahasa jurnalistik, dsb.
2. Ragam bahasa pada perorangan atau idiolek seperti gaya bahasa mantan presiden Soeharto, gaya bahasa benyamin s, dan lain sebagainya.
3. Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah atau dialek seperti dialek bahasa madura, dialek bahasa medan, dialek bahasa sunda, dialek bahasa bali, dialek bahasa jawa, dan lain sebagainya.
4. Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial seperti ragam bahasa orang akademisi beda dengan ragam bahasa orang-orang jalanan.
5. Ragam bahasa pada bentuk bahasa seperti bahasa lisan dan bahasa tulisan.
6. Ragam bahasa pada suatu situasi seperti ragam bahasa formal (baku) dan informal (tidak baku).
Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.
Bahasa isyarat atau gesture atau bahasa tubuh adalah salah satu cara bekomunikasi melalui gerakan-gerakan tubuh. Bahasa isyarat akan lebih digunakan permanen oleh penyandang cacat bisu tuli karena mereka memiliki bahasa sendiri.
2. Sebutkan dan jelaskan hal-hal yang menyebabkan timbulnya ragam bahasa?
jawab:
Hal-hal yang menyebabkan timbulnya ragam bahasa diantaranya adalah letak geografis, bahasa suatu daerah dengan daerah lain di Indonesia umumnya berbeda, bahkan sulit dimengerti antara orang 1 dengan orang lainnya, hal ini disebabkan juga karena adat istiadat dan budaya yang berlaku di daerah tersebut, serta faktor sejarah atau orang terdahulu yang menggunakan bahasa tersebut didaerah masing-masing.
ilustrasi : misalnya saja dikampus ada 2 orang sunda bertemu, dan berbicara menggunakan bahasa sunda, hal ini tentu saja sulit dimengerti bagi orang yang tidak berasal dari daerah sunda, contohnya jawa,kalimantan,sumatra atau daerah lainnya, perlu pembelajaran dan adaptasi terlebih dahulu.
faktor lain yang menyebabkan ragam bahasa adalah topik yang dibicarakan serta lawan bicara.
Pembicaraan orang IT tentu saja berbeda dengan pembicaraan orang kesehatan atau orang dari teknik kimia, banyak istilah-istilah yang mungkin tidak dimengerti oleh orang yang bukan dibidangnya, contohnya HDD,MB,Byte,Bit bagi orang IT, hal dasar seperti ini mungkin tidak dimengerti oleh orang yang bukan dibidang IT, atau Asam Nukleat, NHCl, Nitrat, Nitrit, bagi orang dibidang kimia adalah hal yang mudah dimengerti, namun lain halnya dengan orang IT yang mungkin tidak mengerti sama sekali dengan simbol dan arti dari tulisan tersebut.
menurut medium pembicara juga dapat mempengaruhi ragam bahasa, contohnya ragam bahasa tulisan denga ragam bahasa lisan, tentu saja berbeda penggunaannya
Ciri Ragam Bahasa Tulis :
(1) Kosa kata yang digunakan dipilih secara cermat,
(2) Pembentukan kata dilakukan secara sempurna,
(3) Kalimat dibentuk dengan struktur yang lengkap, dan
(4) Paragraf dikembangkan secara lengkap dan padu.
berbeda jika kita berbicara langsung dengan orang lain.karena init dari komunikasi adalah membuat lawan bicara kita mengerti apa yang kita maksud, hal ini menjadikan ragam bahasa tulisan lebih sulit dan perlu terstruktur dan padu agar pembaca dapat mengerti apa yang dimaksud oleh sang penulis.
3. Sebutkan dan jelaskan penerapan ragam resmi berdasarkan medianya?
jawab:
Berdasarkan media atau alat yang dipakai unruk mengungkapkannya, ragam bahasa dapat dibedakan atas ragam lisan dan ragam tulisan. Ragam lisan diungkapkan dengan media suara, sedangkan ragam tulisan diungkapkan dengan media tulisan. Biasanya ragam tulisan lebih lengkap daripada ragam lisan, sebab dalam hal ini penulis tidak dapat bertatap muka langsung dengan lawan komunikasinya sehingga harus memberikan gambaran situasi masalah yang dikomunikasikannya. Ragam lisan relatif pendek karena penutur dapat langsung berhadapan dengan lawan tuturnya.
Add comment October 12, 2009
loveyuli